Ini Nih Resiko Tidak Punya Perencanaan Keuangan

Perencanaan keuangan berarti mengalokasikan pendapatan untuk zakat, kebutuhan harian, dana darurat, hiburan, dll, menekan pengeluaran dengan membuat daftar belanja, menghemat biaya listrik dsb, serta mengembangkan pendapatan dengan investasi.

Baik Anda masih single maupun telah berkeluarga, penting untuk memiliki perencanaan keuangan. Perencanaan keuangan lebih dari sekedar mengalokasikan pendapatan pada tempat yang tepat melainkan menekan pengeluaran hingga mengembangkan aset yang dimiliki. Artinya, kondisi keuangan Anda akan tetap “sehat” jika melakukan perencanaan keuangan. Sudahkah Anda memiliki perencanaan keuangan? Apa yang membuat Anda belum juga terpikir untuk melakukan perencanaan keuangan? Tidak tahu cara melakukannya? Ketahuilah, saat ini ada banyak financial planner atau penasehat keuangan yang berdiri sendiri atau di bawah naungan perusahaan. Anda bisa memanfaatkan jasa mereka untuk melakukan perencanaan keuangan. Jika dengan sengaja mengabaikan atau bersikeras untuk tidak melakukan perencanaan keuangan, ini resiko yang bakal didapatkan:

Aset tetap sulit dimiliki               

aset-tetap-sulit-dimilikiAset tetap merupakan kekayaan yang berwujud dan bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu lama. Sebagai contoh, tanah, rumah, apartemen, dan lain sebagainya. Setiap orang perlu memiliki aset tetap lebih dari sekedar untuk menunjang kehidupan saat ini melainkan untuk menunjang kehidupan di masa depan karena bisa dijadikan instrumen investasi. Sayangnya, biaya untuk pembelian aset tetap sendiri tidaklah sedikit mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah. Kalau tidak ada perencanaan keuangan yang tepat, aset tetap ini tentu saja sulit dimiliki. Ilustrasinya begini, Anda setiap bulan hanya menerima gaji 2 juta sebagai karyawan swasta. Kalau tidak ada perencanaan keuangan yang baik, uang 2 juta tersebut bakal habis sia-sia untuk kebutuhan bulanan. Coba kalau gaji 2 juta diatur sedemikian rupa sebagai berikut 10% untuk dana darurat, 50% untuk biaya hidup rutin, 10% untuk tabungan, 5% untuk hiburan, 5% untuk sedekah, dan 15% untuk investasi, aset tetap semahal apapun pasti bisa dimiliki meski tidak dalam jangka waktu dekat.

Hutang menumpuk di mana-mana

hutang-menumpuk2Wujud dari perencanaan keuangan adalah menekan pengeluaran semaksimal mungkin sehingga tidak melebihi pendapatan bulanan atau sesuai kata peribahasa “besar pasak daripada tiang”. Misalnya dengan membuat daftar belanja dengan memprioritaskan kebutuhan, mengurangi pemakaian listrik dengan pencahayaan alami, dll. Artinya, tidak memiliki perencanaan keuangan boleh jadi membuat Anda terjebak dalam gaya hidup boros atau membelanjakan uang seenaknya tanpa pertimbangan yang matang. Kalau sudah demikian, tidak menutup kemungkinan hutang Anda menumpuk di mana-mana untuk bisa memenuhi gaya hidup tersebut. Masih untung kalau hutang tidak memiliki bunga, kalau memiliki bunga bagaimana? Tentu saja hutang bakal makin menumpuk jika Anda tidak membayarnya tepat waktu. Makan jadi tidak enak, tidur jadi tidak nyenyak, bahkan bekerja pun jadi tidak konsentrasi dibuatnya. Lama-lama Anda bisa stres karena terjebak dalam lilitan hutang.

Masa tua masih bekerja              

masa-tua-masih-bekerjaMasa tua ditandai dengan kondisi fisik yang mulai melemah dan mudah terserang penyakit. Akan kondisi ini, sudah seharusnya Anda tidak lagi bekerja di masa tua untuk membayar kontrakan atau sekedar makan sehari-hari. Sayangnya, kondisi ini justru yang bakal Anda rasakan jika selagi muda selalu mengabaikan perencanaan keuangan. Alhasil, pendapatan yang Anda terima tiap bulannya dari hasil bekerja dari pagi hingga petang terbuang sia-sia. Tidak ingin bukan memiliki masa tua yang mengenaskan? Sedini mungkin lakukan perencanaan keuangan. Yakinlah, melakukan perencanaan keuangan tidaklah sulit seperti memainkan rubik. Kalau Anda mau memperkaya pengetahuan dengan membaca buku atau mendengarkan seminar tentang keuangan, lama kelamaan Anda akan terlatih bagaimana strategi untuk melakukan perencanaan keuangan. Kalau masih merasa takut, manfaatkan jasa financial planner.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *